Kisah Ummul Mukminin Zainab binti Jahsy r.a dalam Bersedekah


Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
‘Bahwa yang paling cepat menyusul diriku dari kalian (istri-istriku) adalah yang paling panjang tangannya’, Aisyah berkata, ‘Lalu kami saling mengukur tangan kami agar mengetahui siapa yang paling panjang tangannya,’ dia melanjutkan, ‘Dan ternyata istri beliau yang paling panjang tangannya adalah Zainab karena dia bekerja dengan tangannya sendiri dan selalu bersedekah’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dan lafazh tersebut dari Muslim)

Dan dalam suatu riwayat yang lain Aisyah berkata, “Lalu kami bila berkumpul pada suatu rumah dari salah seorang di antara kami setelah kematian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kami selalu mengukur tangan-tangan kami di tembok untuk mencari tangan yang terpanjang, dan kita masih saja selalu berbuat hal itu hingga meninggalnya Zainab binti Jahsy, dan ternyata dia adalah wanita yang mempunyai tangan pendek dan bukan yang terpanjang di antara kita, akhirnya kami mengetahui bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bermaksud dengan panjangnya tangan adalah suka bersedekah, dan Zainab adalah seorang wanita pekerja dengan tangannya. Dia menyamak kulit, menyulam, dan bersedekah di jalan Allah.

Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang pertama kali wafat menyusul beliau, yaitu pada tahun kedua puluh hijrah, pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, dalarn usianya yang ke-53, dan dimakamkan di Baqi. Dalarn sebuah riwayat dikatakan bahwa Zainab berkata menjelang ajalnya, “Aku telah rnenyiapkan kain kafanku, tetapi Umar akan mengirim untukku kain kafan, maka bersedekahlah dengan salah satunya. Jika kalian dapat bersedekah dengan sernua hak-hakku, kerjakanlah dari sisi yang lain.” Sernasa hidupnya, Zainab banyak mengeluarkan sedekah di jalan Allah.

Dan pada suatu riwayat disebutkan bahwa Zainab radhiallahu ‘anha merajut pakaian, lalu memberikannya kepada pasukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka menjahit dan memanfaatkannya pada peperangan mereka. ( Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalam al-Ausath)


Sumber: Buku “Keajaiban Sedekah dan Istighfar”, Hasan bin Ahmad bin Hasan Hammam, Pustaka Darul Haq

Share this article :
 

+ komentar + 1 komentar

2 Juni 2016 19.38

Terimakasih atas infonya sukses selalu
pilihan wisata di pantai pangandaran.. lihat aja link disini!!!
Pantai Batu Hiu
Pantai Karang Nini
Pantai Karapyak
Pantai Pangandaran

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Peduli 1000 Yatim - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger