Hak-hak Anak Yatim


Agar anak yatim tumbuh normal sebagaimana layaknya anak-anak pada umumnya, hak-hak mereka harus ditunaikan, sejak mulai keyatimannya. Jika ia yatim semenjak masih dalam kandungan ibunya, maka persiapan untuk memeliharanya akan lebih baik bila dilakukan sejak dini. Adapun hak-hak yang patut mereka peroleh antara lain sebagai berikut:

Mendapatkan Kasih Sayang dan Perlakuan yang Baik

Salah satu cara untuk berbuat baik kepada anak yatim adalah dengan memberikan kasih sayang dan memperlakukan mereka dengan baik.  Bahkan, menurut ayat al-Qur’an surat al-Baqarah : 83, perintah tersebut juga disampaikan kepada Bani Israil, umat sebelum kita. Dengan demikian, syariat untuk menyantuni anak yatim bukanlah syariat baru.
  •  Memberi Hadiah

Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah ra, dia berkata, “Ya Rasulullah, saya punya dua budak wanita, maka kepada yang mana saya member hadiah?” Rasulullah menjawab, “Kepada yang pintunya lebih dekat denganmu”.

Rasulullah SAW telah terbiasa menunjukkan adanya kasih sayang antar sesame manusia, kemudian beliau member nasihat kepada umatnya dengan bersabda:

تها د و ا تحا بو ا
“Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai” (HR Bukhari)

تها د و ا فإ ن الهد ية تذ هب و حر الصد ر
“Berilah hadiah, karena hadiah bisa menghilangkan kedongkolan hati” (HR TIrmidzi)
  •  Pendampingan

Rasulullah SAW selalu mendampingi anak-anak kecil dalam mengajarkan segala bidang. Kadang, beliau menemani Ibnu Abbas dan berjalan bersama di jalan. Terkadang mengajak Hasan atau Husain saat berangkat shalat. Di waktu lain, beliau mengajak Usamah bin Zaid untuk mengunjungi orang sakit.

Berangkat dari cara Nabi SAW inilah, para shahabat suka menemani anak-anak mereka, selama hal itu mudah dilakukan. Umar bin Khattab ra mengajak anaknya ke Majelis Rasulullah SAW. Imam Bukhari dan Muslim mengeluarkan hadits dari Ibnu Umar ra, dia berkata, “Rasulullah SAW telah bersabda,

“Beritahukan kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaannya adalah laksana orang Muslim, memberikan berbagai makanan setiap waktu dengan izin Rabbnya dan daunnya tidak pernah rapuh”

Sebenarnya waktu itu – kata Ibnu Umar – telah muncul di hatiku “Pohon Kurma”, tapi aku tidak mau mengatakannya, karena di sana ada Abu Bakar dan Umar ra. Ketika mereka berdua tidak menjawab, Nabi bersabda, “Yaitu pohon kurma”.

Ketika aku dengan ayahku sudah keluar, aku berkata, “Wahai Ayah, sebenarnya di hatiku telah muncul jawaban “Pohon Kurma”. Ayahnya bertanya: “Apa yang menghalangimu untuk mengatakannya? Seandainya kamu katakan, maka aku lebih suka daripada ini dan itu”. Ibnu Umar menjawab: “Tidak ada yang menghalangiku, kecuali karena aku tidak melihat engkau dan Abu Bakar mengatakannya, sehingga aku sungkan. Dalam riwayat lain “Saya orang yang paling kecil, sehingga saya diam”.
  •  Pujian dan Sanjungan

Pujian memiliki dampak yang efektif bagi jiwa, bisa menggerakkan spirit dan emosi, serta mendorong untuk segera memperbaiki prilaku dan perbuatan.

Imam Bukhari mengeluarkan hadits dari Abdullah bin Umar, dia berkata: “Di masa Nabi, ada seorang laki-laki yang selalu menceritakan mimpinya kepada Rasulullah SAW. Maka aku berharap dapat bermimpi dan aku ceritakan kepada Rasulullah SAW. Saat itu, aku masih remaja dan senang tidur di masjid. Suatu malam aku bermimpi seolah-olah dua malaikat mengambilku dan membawaku pergi menuju ke neraka. Tiba-tiba neraka terlipat laksana sebuah sumur dan memiliki dua tanduk dan tiba-tiba, di dalamnya ada banyak orang yang pernah aku kenal. Maka aku berkata, Aku berlindung kepada Allah dari neraka. Kemudian malaikat yang lain menemuiku dan berkata kepadaku: Seberapa jauh kamu menjaga diri (dari yang haram)?” Lalu aku ceritakan kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda, “Sebaik-baik laki-laki adalah Abdullah, kalau ia melakukan shalat malam”. Maka setelah itu, Ibnu Umar tidak lagi tidur malam, kecuali sedikit sekali.

Makanan, Minuman dan Pakaian

"Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan. Atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat" (QS. Al-Balad: 12-15)

Terjaga Harta Bendanya

"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya" (QS. Al-Isra:34)




Disarikan dari buku "Keajaiban Mengasuh Anak Yatim" buah karya Ust. Irfan Supandi, M.Ag dan Ummu Harist









Share this article :
 

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Peduli 1000 Yatim - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger