Tahapan Mendidik Anak

TAHAPAN MENDIDIK ANAK TELADAN RASULULLAH SAW
 (Bagian I)

Al-Ghazali dalam bukunya yang berjudul Ihya ‘Ulumuddin telah menyebutkan “Perlu diketahui bahwa jalan untuk melatih anak-anak termasuk urusan yang paling penting dan harus mendapat prioritas yang lebih dari yang lainnya. Anak merupakan amanat di tangan kedua orangtuanya dan kalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi bik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Sebaliknya, jika dibiasakan dengan keburukan serta ditelantarkan seperti hewan ternak, niscaya dia akan menjadi orang yang celaka dan binasa”.

Dalam Sulbi Hingga Tiga Tahun

Doa untuk anak agar beroleh hidayah sejak di sulbi ayahnya

Nabi Muhammad SAW memberikan bimbingan kepada Kaum Muslim agar melakukan hal-hal yang menghasilkan kemaslahatan bagi anak-anak mereka pada masa mendatang. Untuk itu, beliau SAW bersabda:

“Manakala seseorang di antara kalian sebelum menggauli istrinya terlebih dahulu mengucapkan: ‘Bismillahi, Allohumma janibnaasy syaithoona wa jannibi syaithoona maa rozaqtanaa’ (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, hindarkanlah kami dari gangguan setan dan hindarkan pula anak yang akan Engkau anugerahkan kepada kami dari gangguan setan), kemudian dilahirkanlah dari keduanya seorang anak, niscaya selamanya setan tidak akan dapat mengganggunya.” (Muttafaq ‘alaih)

Dzikir untuk keselamatan bayi yang akan dilahirkan

Ibnu Taimiyah dalam bukunya yang berjudul Al-Kalimuth Thayyib menyebutkan bahwa ketika Fathimah r.a., putri Rasululllah SAW telah dekat masa kelahiran anaknya, Rasulullah SAW memerintahkan kepada Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsy agar keduanya datang menemui Fathimah r.a. untuk membacakan di dekatnya ayat Kursi dan firman Allah SWT:

“Sesungguhnya Rabb kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam (berkuasa) di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah, Mahasuci Allah, Rabb semesta alam” (Q.S. Al-A’raf [7]:54).

Sesudah itu keduanya membacakan pula surat Al-Falaq dan surat An-Naas yang dikenal dengan sebutan Al-Mu’awwidzatain kepadanya.


Anjuran menyerukan adzan pada telinga kanannya

Diriwayatkan oleh Abu Rafi’ yang telah menceritakan:

“Aku melihat Rasulullah SAW menyerukan adzan di telinga Al-Hasan ibnu ‘Ali saat baru dilahirkan oleh ibunya, Fathimah” (HR. Abu Daud)

Mentahnik bayi dan mendo’akannya

Dalam kitab Shahihain disebutkan bahwa Asma r.a. datang dengan membawa baynya yang baru lahir. Asma r.a melanjutkan kisahnya: “Rasulullah SAW mentahniknya dengan buah kurma, kemudian mendo’akan kerberkahan buat bayinya”. Dalam hadits ini terkandung keterangan yang menganjurkan untuk membawa bayi yang baru lahir kepada orang-orang shalih agar memperoleh berkah dari do’a mereka.

Tahnik ialah mengunyah sesuatu, kemudian memasukkannya ke dalam mulut bayi sembari mengurut langit-langitnya dengan lembut agar bayi terlatih untuk mengonsumsi makanannya  sehingga nanti akan tumbuh menjadi kuat.

Memperlakukan bayi dengan kasih sayang meski sebagai anak hasil perbuatan zina

Di antara bukti yang menunjukkan belas kasihan Rasulullah SAW kepada bayi dan keinginannya yang sangat agar bayi tumbuh menjadi besar dari air susu ibu. Ketika datang kepada Rasulullah SAW seorang wanita dari Bani Ghamidiyah yang mengemukakan pengakuannya di hadapan beliau bahwa dirinya telah mengandung dari hasil perbuatan zina, maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Pulanglah kamu sampai kamu melahirkan!” Setelah bersalin ia datang lagi seraya menggendong bayinya dan berkata: “Wahai Rasulullah, bayi ini telah saya lahirkan”. Akan tetapi, Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Pulanglah kamu; susuilah dia sampai kamu menyapihnya”. Setelah wanita itu menyapihnya, ia datang dengan membawa bayinya yang saat itu dalam keadaan memegang sepotong roti di tangannya, lalu ia berkata: “Wahai Rasulullah, bayi ini telah saya sapih dan kini dia telah dapat memakan makanan”. Rasulullah SAW pun memerintahkan kepada orang-orang untuk merajamnya dan mereka pun segera merajamnya. (HR Muslim)

Merayakan kelahiran bayi dengan aqiqah

Diriwayatkan dari Samurah Ibnu Jundub r.a. dari Rasulullah SAW yang telah bersabda:

“Setiap bayi digadaikan oleh aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ketujuhnya, lalu dicukur dan diberi nama”. (HR. Nasa’i)

Ummu Kurz r.a. telah menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang aqiqah, maka beliau SAW menjawab:

“Untuk bayi laki-laki dua ekor kambing (yang sama besarnya); untuk bayi perempuan seekor kambing, baik kambing jantan maupun kambing betina, semua boleh, tidak menyulitkan kalian”. (HR. Tirmidzi)



Memberi nama yang baik

Rasulullah SAW mengatakan dalam sabdanya:

“Nama yang paling disukai oleh Allah adalah ‘Abdullah dan ‘Abdur Rahman dan nama yang paling baik adalah Harits dan Hammam, sedang nama yang paling buruk adalah Harb (perang) dan Murrah (pahit),” (HR. Abu Daud)



Resumed from “Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah SAW” by Jamaal ‘Abdur Rahman

Posted by. H. Qonita Abidatullah
 

Air Merupakan Sumber Kehidupan


Tahukah Anda, bahwa lebih dari 70% tubuh kita isinya air. Air yang bergerak dalam tubuh kita tak ubahnya seperti air sungai yang mengalir terus menerus siang dan malam.

Banyak yang beranggapan bahwa tubuh manusia hanya sekedar sebuah makhluk hidup. Sebenarnya itu kurang tepat, karena tubuh manusia merupakan suatu kelompok besar makhluk hidup yang terdiri atas seratus triliun lebih sel-sel yang hidup. Semua sel anggota kelompok besar ini bekerja sama bagu-membahu untuk menjaga agar masing-masing bisa hidup dengan sehat, nyaman, aman dan damai satu sama lainnya.

Masing-masing sel dan kelompoknya memiliki tugas khusus. Ada yang tugasnya membentuk sel darah, menawar racun, ada yang membuhun sel musuh, menyerap sari-sari makanan, memekatkan zat empedu, menangkap gelombang cahaya, menghantar aliran listrik, membersihkan lingkungannya, menggerakkan organ tubuh, membungkus serta membentengi bagian tubuh agar menjadi satu kesatuan, serta aneka ragam tugas lainnya. Semuanya bekerja dengan spesialisasinya masing-masing secara tertib dan terpadu dengan jalinan koordinasi yang sangat rumit.

Satu hal yang luar biasa dari sel tubuh adalah jumlah air yang dikandungnya. Lebih dari 70% dari berat sel adalah air, sehingga seluruh kegiatan dalam sel berlangsung dalam lingkungan cair. Dua pertiga dari seluruh air yang terdapat di dalam tubuh, berada di dalam sel-sel tubuh. Sedang sepertiganya lagi berada di rongga yang membentuk jarak antara sel-sel tersebut.

Air yang ada dalam tubuh kita berfungsi sebagai pengangkut semua bahan makanan yang akan dibentuk menjadi sel-sel hidup yang diperlukan seluruh tubuh. Fungsi air yang lain adalah mengangkut sel-sel mati untuk dibawa ketempat pembuangannya. Untuk mengangkutnya, air terus mengalir dalam tubuh agar berfungsi secara maksimal, maka pompa raksasalah yang paling berperan yang dalam hal ini disebut “jantung”. Pompa ajaib ini bekerja siang dan malam tanpa mengenal lelah.

Air sebagai alat transportasi darah dalam tubuh manusia sangatlah penting fungsinya. Mengingat pentingnya fungsi air dalam tubuh, maka kecukupan air dalam tubuh harus dijaga agar tidak berkurang.

Bila transportasi atau aliran air kurang lancar di dalam tubuh, yang salah satunya bisa karena kurangnya masukan cairan ke dalam tubuh, maka keseimbangan kerja organ-organ tubuh akan terganggu dan penumpukan toksik atau racun akan meningkat, yang akhirnya memacu munculnya berbagai penyakit. Maka kurang minum bisa memacu berbagai penyakit.

Air dalam Tubuh Bagaikan Pelumas dalam Mesin

Sebagus apa pun sebuah mobil, kualitasnya sangat ditentukan oleh mesin mobil itu. Kualitas mesin sangat ditentukan oleh perawatan oli mesin itu. Bia kualitas oli yang diberikan pada mobil itu jelek (missal oli campur), apalagi olinya sering tidak terawat dan kekurangan maka mesin mobil itu akan cepat rusak. Demikian juga dengan penggunaan air di dalam tubuh, betapa pentingnya air di dalam tubuh, betapa pentingnya air dalam tubuh kita, sama seperti pentingnya oli sebagai pelumas pada mesin.

Kurang minum akan membuat racun sisa olahan tubuh bertumpuk di dalam sistem tubuh kita dan tidak bisa diangkut ke sistem pembuangan tubuh, sebagai dampaknya “kurang minum akan membuat tubuh kita cepat berkarat”. Pemeliharaan keseimbangan air dalam tubuh jauh lebih penting daripada pemeliharaan oli pada mobil emas yang harganya termahal sekalipun.

Cara Minum yang Baik dan Benar

Untuk memperoleh manfaat kesehatan yang maksimal, minum pun sebaiknya mengikuti alur yang tepat sesuai karakter tubuh dan karakter air itu sendiri. Banyaknya air ataupun waktu yang terbaik untuk kita minum, harus disesuaikan dengan karakter tubuh dan air. Tubuh kita lebih dari 70% nya berisi kandungan air, oleh karena itu, jumlah air yang harus kita berikan ke tubuh minimal 2 liter atau 8 gelas ukuran 250 cc.

Kebanyakan kita tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk minum. Kebiasaan minum banyak di kala makan atau langsung sesudah itu tidak baik, karena makanan yang kita kunyah di dalam mulut bercampur dengan air liur (kelenjar ludah) yang memiliki kandungan “enzim amylase” yang salah satu fungsinya untuk memudahkan penghancuran makanan di dalam proses pengunyahan dan membantu menyempurnakan pengolahan makanan di dalam lambung, dan ketika makanan ditelan akan bercampur dengan berbagai enzim dan gastric juice di dalam lambung (gastric juice adalah cairan yang diproduksi oleh lambung) untuk menyempurnakan pengolahan makanan).

Maka, ketika kita minum saat makan atau langsung sesudah makan, air yang kita minum akan memisahkan makanan yang sudah bercampur dengan berbagai enzim / gastric juice tadi, sebagai akibatnya proses pengolahan makanan akan terganggu dan tidak sempurna. Apabila proses pengolahan makanan tidak sempurna, akibatnya nutrisi yang dibutuhkan tubuh jadi tidak maksimal, pembuangan sisa olahan tubuh jadi terhambat, yang akhirnya akan berkembang pada banyak gejala penyakit yang muncul, seperti perut kembung, konstipasi atau sulit buang air besar dsb.

Kapan Sebaiknya Kita Minum

Minum yang baik, sebaiknya 2 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan, atau di antara waktu makan (seperti di antara makan pagi dan siang dan di antara makan siang dan malam). Jadi sebaiknya ketika kita makan atau sesudah makan, kita hanya boleh minum paling banyak ½ gelas air, itu pun biasakan dikumur-kumur dulu sebelum ditelah agar air tadi bercampur dengan enzim dalam mulut, tapi akan lebih baik kalau kita melatih untuk membiasakan tidak minum dikala makan dan tidak minum sesudah makan.

Jadi waktu minum banyak yang baik/tepat adalah langsung di saat bangun tidur 2 gelas, setiap 2 jam sesudah atau 2 jam sebelum makan, dan 2 jam sebelum tidur.

Kenapa Minum Menjelang Tidur Tidak Baik?

Apabila membiasakan minum menjelang tidur, ini akan membuat istirahat ginjal terganggu. Banyaknya cairan yang masuk di malam hari, itu akan memaksa ginjal bekerja di kala dia harus istirahat dari rutinitas kerja yang melelahkan di siang hari. Bukan hanya itu, istirahat kita pun akan terganggu dengan seringnya buang air kecil di malam hari, padahal perbaikan jaringan sel yang rusak kebanyakan dilakukan oleh tubuh di malam hari. Kualitas tidur yang baik sangat mempengaruhi kualitas kesehatan kita pada umumnya.
 

Langkah-langkah Memperkuat Niat Haji dan Umroh

LABAIKALLAHUMMA LABAIK
Ya Allah… aku datang memenuhi panggilan-Mu…

Sebuah quote yang menyejukkan, kalimah thoyyibah yang penuh dengan nuansa keimanan…
Sebuah lantunan, ungkapan kerinduan mendalam pada Robb ar-Rahman ar-Rahiim

Siapa yang tidak ingin pergi haji, selagi dia Muslim yang mengetahui bahwa salah satu rukun Islam adalah haji pastilah timbul keinginan untuk menunaikan ibadah ini. Begitupun saya. Sudah lama saya utarakan niat untuk memberangkatkan orangtua ke tanah suci. Saya tak banyak mengerti soal agama. Yang saya tahu saya sudah memiliki cita-cita baik yang suatu saat pasti saya kejar, tapi bukan saat ini karena kondisi yang tidak memungkinkan.
Setelah menikah, Alhamdulillah saya mendapat banyak kesempatan untuk menimba ilmu. Suami saya adalah seorang guru agama, saya menyebutnya sebagai ustadz yang luar biasa - sebuah sanjungan dari seorang istri J.

Berulangkali saya menerima tausiyah dari beliau, semakin terbuka mata hati dan pikiran saya. Ini tidak lepas dari rahmat dan kasih sayang-Nya pada setiap hamba-Nya. Kewajiban berhaji sebagai rukun Islam yang kelima merupakan sebuah hal penting yang wajib ditunaikan oleh setiap individu Muslim. Dan pertama, untuk memenuhinya kita perlu memiliki niat yang kuat. Saya mengevaluasi niat saya selama ini. Niat yang benar dalam Islam adalah niat yang lurus hanya karena Allah SWT dan diiringi dengan tindakan nyata untuk mewujudkan amalan sholeh yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Apakah saya sudah benar-benar menguatkan niat saya untuk pergi haji? Astaghfirullah…

Walaupun rejeki kita belum cukup untuk digunakan sebagai bekal berangkat ke Baitullah, tapi niat kita jangan sampai terkikis. Allah dengan segala kuasa-Nya akan mampu memberangkatkan hamba-hamba pilihan-Nya. Sungguh saya jadi malu…

Saya akan susun langkah-langkah yang mudah-mudahan dapat melanggengkan bahkan menguatkan niat haji dan umroh yang sudah ada dalam hati :
  •   Berniat dalam hati untuk dapat menunaikan ibadah haji dan umroh. 
  • Mari kita review beberapa buku motivasi populer yang banyak menekankan bahwa kemungkinan terwujudnya sebuah impian adalah ketika kita menuliskan impian kita itu. Haji dan umroh adalah impian setiap Muslim yang taat, jadi silakan tulis impian haji dan umroh pada sebuah buku impian atau dibuat besar-besar di papan tulis seperti di rumah saya.
  • Langkah selanjutnya adalah menapaki perjalanan menuju ibadah haji yang sesungguhnya. Dimulai dari menuntut ilmu tentang haji dan umroh, banyak bertanya dan mencari referensi. Jangan malu bertanya. Alhamdulillah saya bisa banyak bertanya pada suami saya, kalau Anda ingin bertanya pada beliau saya persilakan J
  • Berikutnya adalah melakukan pengkondisian mengenai biaya keberangkatan. Allah SWT telah mengatur rejeki setiap hamba-Nya yang datang dari arah yang tidak dapat diduga. Saat ini sudah banyak dibuka jenis tabungan haji bank syariah sebagai sarana untuk memudahkan keberangkatan haji kita. Atau jika masih belum mampu untuk membuka rekening haji yang masih dikenakan setoran minimal janganlah berputus asa. Saya sendiri belum memiliki tabungan khusus seperti itu, yang baru bisa saya lakukan adalah menyimpan kelebihan uang belanja pada safety box pribadi yang kemudian uangnya saya titipkan di sebuah wakalah yang insyaAllah aman dan kredibel.
  • Berdoa, ingatlah betapa dahsyat kekuatan doa, akhiri dengan tawakal ilallah. Semoga niat kita memiliki nilai apapun ketetapan yang telah Allah gariskan.
Mari kita bersama-sama mencoba menjalankan langkah-langkah tersebut dengan sungguh-sungguh. Mudah-mudahan Allah ridha dan memberikan yang terbaik atas kesungguhan kita.

Labbaikallahumma labaik…..

Oleh: H. Qonita Abidatullah
 

Enam Perkara Pokok dalam Menuntut Ilmu


1. Zakaaun , yang artinya cerdas. 
    Cerdas yang dimaksud bukan hanya cerdas secara zhahir, tapi lebih kepada makna hakiki yaitu cerdas dalam melapangkan hati untuk ikhlas menerima ilmu yang disampaikan. Ikhlas hanya untuk menggapai ridha Allah SWT.

2. Kirsun yang artinya penuh semangat.
    Tidakkah kita melihat, sekian banyak motivator terkenal selalu mengatakan bahwa separuh dari keberhasilan kita tergantung dari seberapa kuat kesungguhan kita. Lebih – lebih dalam perkara menuntut ilmu wajib, kita harus lebih sungguh-sungguh. Satu hal yang menjadi indikator bahwa kita sungguh-sungguh adalah menjalan proses pengkajian ilmu dengan penuh semangat. Tiada kata malas, tiada kata jenuh, karena semuanya diniatkan lillahi ta’ala.

3. Wastibaaunn yang artinya sabar.
     Bersabar dalam menjalani proses pengkajian ilmu.

4. Wabulghotun yang artinya biaya.
     Menuntut ilmu perlu biaya, biaya berupa materi maupun tenaga, waktu dan segala macam pengorbanan.

5. Washubatul ustadzi yang artinya bersahabat dengan para ustadz. Menuntut ilmu terutama ilmu Dien tidak dapat dikaji seorang diri. Menuntut ilmu Dien memerlukan arahan dan bimbingan dari seorang ustadz/ustadzah (Arab: guru) yang dianggap mumpuni dalam mengarahkan pola pikir dan keimanan kita sebagai santri. Tentu saja hal yang perlu diperhatikan seorang santri (murid) adalah menjalin tali persahabatan dengan para ustadz/ustadzah agar tercipta suasana yang nyaman saat proses belajar mengajar. 

6. Watuluzzamany yang artinya perlu waktu.
     Di atas semua daya dan upaya kita iringi dengan doa dan tawakal. Panjatkan doa supaya ilmu yang kita pelajari bisa bermanfaat bagi diri dan lingkungan kita dan menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Dan tentu saja semua ini perlu waktu. Sebagai umat Muslim kita diperintahkan untuk menuntut ilmu dari buaian sampai liang lahat, dan akan datang masanya kita dapat mengambil hikmah di balik semua amalan yang telah kita lakukan.

Oleh: Abu Mujahid
 

KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam jannah, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya” (TQS. Ali Imran:185).

Berapa usia Anda saat ini? 20, 25, 32, 43, 56, 65…. Seringkali kita berpikir bahwa keberadaan kita di dunia sudah sekian lama, padahal pada kenyataannya semua itu ibarat sekejap mata. Dan sesungguhnya lahirnya manusia ke dunia membawa amanah dari sang Rabb untuk membangun ruang ibadah pada setiap detil karunia-Nya. Amanah yang tidak mudah mengingat perjalanan yang akan ditempuh terasa amat berat dan berliku seperti yang dialami oleh para Anbiya dan kaumnya.

Ataukah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (TQS. Al-Baqarah:214)

Menjadikan syariat-Nya sebagai satu-satunya pegangan, yang dalam hidup di akhir zaman ini sesungguhnya ibarat memegang bara api, terasing di antara sekian banyak bentuk sikap syirik. Tetapi tentu saja Allah telah menyiapkan ganjaran yang pantas bagi hamba-hamba-Nya yang mengutamakan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dalam menjalani kehidupan ini.

Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang kepada sesame mereka. Kamu melihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar. (TQS. Al-Fath:29).

Manusia yang telah dikaruniai akal seringkali terjebak pada berbagai macam ambisi kehidupan yang sifatnya semu. Padahal dunia hanya diperkenankan sebagai kendaraan dalam mengejar keridhaan sang Khaliq.

Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat  baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan. (TQS. Al-Qasas:77).

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “carilah dunia seluas-luasnya ibarat kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah kamu tanpa putus ibarat ajal akan menjemputmu sebentar lagi”.  Sehingga harta yang berupa tempat tinggal, kendaraan dan barang-barang lainnya hanyalah menjadi sarana dalam menjembatani kesungguhan diri dalam bersaksi bahwa tiada Rabb yang layak disembah selain Allah dan bahwasanya Rasullullah saw adalah utusan Allah. Bahkan diperintahkan bagi siapa saja yang mengaku beriman dan bertakwa kepada Rabbul Izzati untuk meletakkan cinta kepada Allah dan RasulNya sebagai cinta di atas cinta dengan cara mengikuti Nabi SAW.

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Rabb selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zholim itu melihat, ketika mereka melihat adzab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat adzab-Nya (niscaya mereka menyesal). (TQS. Al-Baqarah:165).

 Katakanlah (Muhammad), “jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (TQS. Ali Imran:31).

Mencintai Allah dan RasulNya berarti menjadikan segala yang diturunkan Allah kepada RasulNya sebagai satu-satunya pedoman dalam menjalani kehidupan. Dan Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus. (TQS. Al-Baqarah:213).

Allah tidak akan rugi ketika manusia-manusia yang diciptakan-Nya dalam keadaan lemah kemudian membangkang terhadap aturan-aturanNya. Manusialah yang sudah seharusnya mencari makna hakiki dari kehidupan karena kelak akan tiba saatnya setiap diri manusia diminta pertanggungjawaban atas segala perbuatannya di dunia. Jannah adalah tempat bagi siapa saja yang Alloh telah meridhainya atas segala amal kebajikannya selama ia hidup. Mereka akan memperoleh kenikmatan tertinngi yaitu bermuwajahah dengan sang pemilik kehidupan dan berkumpul dengan orang-orang sholeh serta mereka kekal di dalamnya. Inilah kehidupan yang dikejar oleh para Nabi dan kaumnya, kehidupan yang abadi, kehidupan setelah kematian.
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Peduli 1000 Yatim - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger